16: LOURDES….Le Paradis sur terre


image

image

Seorang teman Prancis mengenalkan aku ke suatu organisasi bernama CCFD (Committe Catholique contre La Faim et  pour Le Development atau Catholic Committe against Starvation and for Development).  Organisasi ini mempunyai beberapa proyek di Kalimantan dan sedang menggalang dana dengan membuat pameran di Lourdes tentang budaya suku Dayak. Aku diminta untuk menjaga pameran ini dan menerangkannya ke wisatawan yang berkunjung ke Lourdes. Permintaan ini tentu saja aku sambut dengan senang hati sambil berlibur bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat.

  Lourdes adalah salah satu tujuan pilgrim atau pelerinage umat Katolik selain Vatican. Kalau di umat Islam dikenal dengan tujuan umroh.  Kota ini terletak di kaki pegunungan Pyrenees, di departemen Haute-pyrenees, Region Midi-pyrenees dengan ibukotanya Toulouse, tempat pertama kali aku tinggal di Perancis. Ada sungai besar yang membelah kota Lourdes bernama Le Gave. Saat pertama kali melihat kota ini aku langsung berfikir mungkin sorga seperti ini :). Banyak hamparan rumput hijau dengan bunga yang berwarna warni dan sungai dengan airnya yang jernih mengalir diantara bebatuan dengan latar belakang pegunungan Pyrenees.

Konon ada seorang Perancis bernama Marie-Bernard Soubiroux yang melihat penampakan perawan Maria di sebuah goa di Lourdes. Goa itu kemudian  diberi nama sanctuaire  La dame de Loudres. Di sekitar goa itu terdapat banyak mata air yang konon merupakan mata air mukjijat. Banyak cerita orang sakit lumpuh dan sakit- sakit lainnya disembuhkan setelah minum air dari mata air ini. Tidak heran banyak orang datang berbondong-bondong dengan tongkat, kursi roda bahkan tempat tidur dorong. Sungguh tidak mudah di tempat pegunungan seperti Lourdes ini. Untunglah banyak sukarelawan yang datang membantu.  

image

Sudah dua hari aku menjaga stand pameran di Lourdes.Tempat pameran ada di sebuah bangunan kuno khas Perancis yang bagian dalamnya sudah direnovasi. Bagian atas tempat pameran dibuat beberapa kamar untuk menginap. Disinilah aku menginap dengan gratis. Disini juga disediakan dapur yang cukup lumayan tempat aku biasa masak memasak. Banyak wisatawan yang datang berkunjung.Dari antara pengunjung banyak juga yang berasal dari luar Perancis karena bulan Juli adalah saat liburan musim panas yang panjang.

Pagi ini aku sengaja bangun pagi-pagi. Niat hati mau mengikuti doa pagi di Goa setelah itu mau mampir ke pasar.Hari masih gelap dan dingin karena waktu masih menunjukkan jam 5 pagi. Toko-toko dan restaurant masih tutup. Kadang-kadang aku berpapasan dengan orang. Aku menikmati amannya jalan-jalan di kota-kota Perancis. Hanya kota Marseille dan daerah Cite dimana banyak imigran yang perlu diwaspadai. Di tempat lain aku bisa menikmati rasa aman.

Dalam perjalanan ke goa aku melewati tempat mata air. Sudah banyak orang yang ada di tempat itu. Mereka membawa jerigen-jerigen kecil yang siap diisi. Aku berhenti sejenak.Mencuci mukaku dengan air mukjijat. ” Ahhhhhhhh segarrnyaaaa !!!” Aku hirup dalam-dalam udara segar pegunungan Pyrenees.. Aku masukkan ke dalam memori… “Sungguh aku tidak akan melupakan tempat ini !”

image

  Aku meneruskan perjalananku menyusuri jalan setapak. Turun dan terus menurun. Sayup-sayup terdengar doa dan nyanyian dari arah goa. Ada sesuatu yang menyusup dalam kalbu… Kedamaian ! Sampai di pintu goa aku melihat gerombolan orang sedang berdoa dekat patung bunda Maria. Aku mencoba mendekat. Bergabung berdoa dengan mereka. Tiba-tiba di bawah temaram lilin aku melihat sesosok wajah yang aku kenal “Romo Banar ! Benarkah dia ?” Aku perlahan lahan mendekatinya “Romo Banar ! Benarkah ini romo?” “Eh Aroem… Iya.. Ssttt kita teruskan nanti di luar setelah selesai doanya” Aku menutup mulutku, mencoba menahan diri, sungguh sulit dipercaya!. Aku baru menyadari kalau aku di tengah tengah orang yang sedang berdoa.  

image

Akhirnya aku ikut rombongan romo romo yang dari Jakarta. Dari mereka aku mendengar banyak cerita tentang Indonesia saat kerusuhan 98. Lebih parah dan mengerikan dari berita di tivi dan internet. Sejenak aku merasakan kembali ke Jakarta di tengah-tengah mereka. Dalam perjalanan pulang ke penginapan,di tengah damai dan sejuknya pegunungan Pyrenees, hatiku bergemuruh. “Tuhan lindungilah bangsa dan negaraku.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Le depart ..... keberangkatan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s