Photography for everybody



Dulu , kita mengenal potret memotret hanya untuk keperluan resmi:foto ijasah ,KTP , atau moment -moment spesial seperti pernikahan, pesta -pesta keluarga ,wisata dan lain-lain. Masih harus membeli film lalu dicetak jadilah foto foto , kadang kita surprise dengan foto yang kita dapat 🙂

Kita bisa cetak beberapa kali dari klise yang kita punya . Setelah itu ada model APS , kita tidak perlu lagi klise tapi cuma dapat semacam wadah film, lalu dicetak. Pada awalnya saat dicuci kita dapat indeks foto-foto dalam botol tersebut. Repot ya? 🙂
Berbahagialah saat ini di dunia digital , orang bisa mengambil foto dimana saja kapan saja tidak terbatas.

Dari travelling photography classnya Arbain Rambey tanggal 1 September 2012 yang lalu, kita dapat banyak cerita bagaimana sekarang begitu mudahnya mengambil foto dimana saja via handphone, camera digital, tab dll. Kecenderungan orang-orang untuk narsis dan tidak malu-malu menampilkan foto diri via sosmed semakin lagi mendorong orang untuk mendalami photography. Bakat-bakat terpendam sebagai photographer semakin muncul dan disadari…. dan… yang engga punya bakat ya … jadi suka berpose buat para photographer 🙂
Kenapa “Travelling Photography” menarik ? Karena dari sinilah orang berhasrat beli kamera digital. Travelling dan kehidupan manusia adalah roh dari photography.
Saat orang bepergian dan melihat pemandangan indah pasti berhasrat untu berfoto-foto.. itu naluri manusia 🙂
Sekarang foto-foto tidak lagi orang berpose ditengah pemandangan atau bangunan terus difoto tetapi ada sentuhan-sentuhan “art”. Misalnya akan lebih baik kalau memotret bangunan, ada pohon disamping kiri atau kanan frame. Kepekaan seseorang untuk memilih frame yang tepat sangat menentukan hasil foto walaupun obyek yang difoto sama.
Beberapa trik yang diberikan mas Bain atau Arbain Rambey :
– Kalau memotret pemandangan, pilihlah saat langit bersih, matahari belum tinggi dan posisi matahari di belakang photographer
– Kalau ingin pergi ke suatu tempat untuk hunting foto, banyak-banyaklah browsing bagaimana orang mengambil foto di tempat tersebut. Dari situlah kita belajar bagaimana seharusnya mengambil foto.

Ingin foto anda bisa menghasilkan uang? Banyak-banyaklah meyebarkan hasil jepretan di internet, siapa tahu ada yang tertarik untuk membeli dan meng”hire” anda sebagai photographer.

Ingin belajar lebih banyak ? ayo join di KPK (Kelompok Photography Kagama Virtual) 🙂


Foto : Yudho Wiratomo, Aroem Naroeni

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Non- Fiction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s