Surat buat bang Foke (curhat pejalan kaki)


Jakarta 10 Februari 2012


Bang Foke….. sungguh malang nasib pejalan kaki di Jakarta. Trotoar seharusnya tempat berjalan mereka kalau pagi-pagi diserobot oleh motor-motor yang berlomba-lomba naik ke trotoar… yaaaa motor sepertinya jadi raja : ambil trotoar , lompat separator dan ambil busway, satgas buswaypun tidak berdaya waktu mereka menerjang penghalang yang mereka jaga. Kasihan para satgas makan hati setiap hari :). Kadang terbersit sedikit rasa senang para pejalan kaki dan pelanggan TransJakarta waktu pak polisi menangkap mereka di ujung jalan busway… Tapi itu sangat jarang sekali 😦

Pejalan kaki terpaksa melipir-melipir di pinggir trotoar kepepet motor … berharap semoga ngga kecebur got. Zebra cross untuk menyeberang jalanpun diambilnya.. pejalan kakipun terpaksa menyelip diantara motor-motor yang berlomba-lomba ambil posisi paling depan mungkin mereka membayangkan sebagai Cassey Stonner atau Valentino Rossi 😛 . Kalau sore perjuangan pejalan kaki lebih hebat, dikiri trotoar diambil warung kakilima di kanan kena resiko diserempet motor, bajaj dan angkot.
Bagaimana supaya orang-orang bisa tertib sich bang Foke? Haruskah dibuatkan trotoar yang tinggi biar motor ngga bisa naik ke trotoar atau metromini ngga menaikkan ban kirinya ke trotoar? Apakah busway harus dibuat arah berlawanan supaya ngga ada yang menyerobot ? atau separator ditinggikan. Kami merindukan jalur pejalan kaki yang nyaman. Atau itu masalah mentalitas orang Jakarta yang ngga bisa tertib ? Haruskah mereka disekolahkan semua ke Jerman supaya tahu kalau menaati peraturan itu kontrolnya ada dalam diri sendiri bukan ketakutan ditilang polisi ? Apa ada yang salah dengan sistim pendidikan kita atau masyarakat kita ?
Atau sudah terlalu banyak orang di Jakarta ? atau jalannya yang kurang… entahlah …Kami cuma minta kasihanilah pejalan kaki yang tiap hari melipir-melipir dan dengan congkaknya motor dan bajaj meneriaki…
“Minggir dong!!”
“Minggir kemana ? nyebur got? “
Atau kalau hujan walaupun sedikit sudah membentuk genangan dan saat mobil lewat menyiprati seluruh badan dan wajah mereka, saat mereka protes, orang di dalam mobil dengan pongahnya dan sombongnya berteriak “ Derita loe, kenapa loe ngga punya mobil “ Padahal kalau di belahan bumi sebelah sana kita bisa menuntut biaya laundry untuk baju yang kotor karena kecipratan
Pantesan aja bang Foke, orang-orang berlomba-lomba memenuhi jalan di Jakarta dan penjual mobil kasih kemudahan2 untuk mempercepat Jakarta menjadi STUCK !! “Emang gue pikirin!!” Kerjaanku khan jualan mobil dan bikin mobil sebanyak-banyaknya ! menaikkan prestige orang!!
Membuat di Jakarta seperti “real jungle” Teman saya dari Jerman shock pertama kali sampai di Jakarta “How you can drive here, there is no rule at all !!”
Sedangkan di belahan bumi sebelah sana nasib para pejalan kaki sungguh sangat diperhatikan, jalurnya dibuat khusus, diberi peneduh, kesempatan untuk menyeberang jalan dengan aman bahkan mendapatkan prioritas untuk menekan tombol biar mobil-mobil berhenti…. Oh benar-benar surga bagi para pejalan kaki. Bisakah nasib kami berubah bang Foke ?

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s