South Africa : Time for fun and adventure (2)


Cape Town, August 2005

Minggu pagi, jalanan sangat lengang di Cape Town, entah apa selalu seperti ini. Setelah Sabtu kemarin selesai belanja-belanja untuk makan selama seminggu, tiba saatnya hari ini untuk jalan-jalan. Tujuan utama : Clock Tower, katanya merupakan suatu tempat yang harus dikunjungi. Clock Tower tempatnya dekat pelabuhan. Dari semula jalan-jalan yang aku telusuri lengang, semakin kearah pantai semakin aku mendengar suara keramaian. Dan ternyata… ooooo… apa semua orang ngumpul disini ya… Di tepi pantai terlihat banyak kapal yang berlabuh.. di tepi pantai banyak toko-toko dan restaurant-restaurant. Orang-orang ramai duduk-duduk, anak-anak bermain-main kesana kemari. Di sudut bangunan ada suatu kelompok music yang sedang memainkan music jazz !!. Ya salah satu yang terkenal dari Cape Town adalah music jazz!! Aku menelusuri pantai. Sepertinya banyak sekali turis , kebanyakan dari Eropa. Disitu ada sebuah bangunan seperti hangar, setelah saya masuk ternyata adalah pasar, tempat penjual souvenir-souvenir yang dikumpulkan disitu. Ada penjual berbagai batu-batuan, cara menjualnyapun unik, penuhi kaleng kecil, sedang atau besar dengan batu-batuan yang kamu mau. Satu kaleng kecil 10 Rand, sedang 20 Rand dan Besar 50 Rand. Ada yang jualan kalung, gelang dari bamboo, kayu dan lain-lain.Tas-tas, kaos-kaos juga ada tapi muahalll !! Aku lebih tertarik pada batu-batuan 🙂

Minggu berikutnya, tujuan : Kirstenbosch garden. Pernahkah kamu bayangkan kalau di tanah bebatuan bisa tumbuh bunga-bunga yang cantik? Yaaaa… buktinya ada di Kirstenbosch Garden. Bunga-bunga itu berusaha keras menembus bebatuan untuk menyembulkan daun-daunnya yang mungil, memunculkan kuncup-kuncup dan bunga yang indah dan beraneka warna !! Oh… sungguh ajaib. Bunga-bunga Proteaceae dan Ericaceae dari berbagai macam spesies dikumpulkan disini. Bahkan ada bunga nasional yang menjadi kebanggaan Afrika Selatan yaitu bunga King Protea, spesies Proteaceae yang bunganya bisa mencapai diameter 30 cm. Berbagai macam tumbuhan dari daerah semiaride juga dikumpulkan. Semiaride adalah daerah kering dengan curah hujan yang sangat rendah. Daerah seperti ini aku bilang seperti padang pasir, cuma masih ada pohon-pohon kecil dengan fleshy leaves (daunnya berdaging). Berbagai macam tumbuhan seperti ini dikumpulkan, daunnya bermacam-macam ada yang kecil-kecil, panjang-panjang dengan berbagai macam bentuk. Dan… aku melihat ada spesies yang bernama Aloe vera dengan ketinggian hampir 10 meter !! Katanya itu pohon tua. Haaa?? Aloe vera khan lidah buaya ? setinggi itu ?.

Kemudian ada juga berbagai pohon palem purba. Sungguh alam itu sangat kaya !!!

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Perjalanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s