Bruce Alberts … eyangnya “The cell”


Jakarta, July 2011

Pernah dengar nama Bruce Alberts ? Yang belajar biologi dan kedokteran pasti tahu buku “The Cell” , kitabnya mahasiswa biologi dan kedokteran. Bruce Alberts adalah penulisnya !!.Disitu diungkap semua tentang sel dari sejarahnya, biokimia, biologi molekuler, rekayasa genetika, sel immune, dan lain-lain. Bruce Alberts melakukan kunjungan ke Jakarta untuk berbagai kegiatan. Aku mendapat undangan dari Pusat Kebudayaan Amerika di Jakarta, @America , untuk berdiskusi dengan beliau. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Kebetulan saat itu pusat kebudayaan Amerika sedang menggelar tema tentang “Science”. Poster dan foto-foto menampilkan ilmuwan-ilmuwan dan juga high-tech dan teknologi yang dibanggakan Amerika yaitu teknologi ruang angkasa : mengenai pendaratan pesawat ke bulan untuk pertama kalinya. Dalam salah satu posternya ditampilkan calon astronout Indonesia :
Pratiwi Sudarmono dan Taufik Akbar, yang sayangnya tidak jadi karena adanya kecelakaan pesawat Challenger .
Bruce Alberts adalah seorang biochemist dan “former President of The National Academy of Sciences”. Diskusi dimulai dengan pemaparan beliau tentang sejarah penemuan struktur kimia DNA dan proses replikasinya. Kemudian tentang Organisasi Internasional Academy of Sciences. Beberapa diskusi muncul tentang ketinggalan Indonesia dalam hal basic science dan kesempatan yang sangat minim dalam bioteknologi. Wakil dari Kementrian Riset dan technology mengemukakan tentang minimnya dana R&D dari pemerintah, tetapi kesempatan ada di LIPI, Biofarma dll. Walaupun bagaimana ketertarikan orang dalam suatu bidang sangat berbanding lurus dengan pendapatan. Yang mengejutkan Bruce menjawab : “We do something because we love it, not for money” Oh Pak Bruce…. Kayaknya susah dech di Indonesia, karena kalau pendapatan di Indonesia yang minim itu berarti masih berjuang untuk kebutuhan primer, untuk makan :). Dan melihat masyarakat Indonesia yang konsumtif, akan sangat sedikit sekali menemukan orang yang idealis dan celakanya orang yang seperti ini malah dimanfaatkan orang untuk “make money” oleh orang lain…. Sedihhhh :(.
Walaupun begitu , pertemuan ini membuka pikiran akan pentingnya “passion” bagi seorang scientist. Keinginan untuk menciptakan dan menemukan sesuatu memang sangat minim di tengah masyarakat Indonesia yang konsumtif dan hanya menjadi sasaran pemasaran tekhnologi ini. Orang lebih bangga menggunakan teknologi canggih buatan orang luar negeri daripada membanggakan teknologi ciptaan negara sendiri. Keadaan seperti ini juga membuat orang luar tidak tertarik berinventasi untuk Research and Development di Indonesia …. Sampai kapan ?

“Science knows no country
Knowledge belongs to humanity
It’s the torch that illuminates the world ”

(Louis Pasteur)

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

2 Responses to Bruce Alberts … eyangnya “The cell”

  1. Wah keran mb aroem bisa ketemu empunya The hell eh The Cell, hehe..
    “Science knows no country Knowledge belongs to humanity
    It’s the torch that illuminates the world “ jadi tambah semangat jadi peneliti… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s