Le Depart part 9 : Musim Dingin Pertamaku


Marseille, Nov 1997

Kuliahku dimulai !! Setiap pagi aku berangkat dari Cite tempat tinggalku jam setengah delapan pagi, kuliah jam 8 sampai jam 12 , istirahat sampai jam 1 lalu ada kuliah presentasi. Setiap mahasiswa harus mempresentasikan satu artikel. Ooohhhhhhhhhhhhhh………. presentasi yang paling berat aku hadapi seumur hidupku. Setiap kali presentasi dulu aja selalu deg-degan apalagi ini : baca jurnal bahasa Inggris dan mempresentasikannya dalam bahasa Perancis.  Kelasku di program studi Maladies transmissibles et pathologies tropicales (1) ada kurang lebih 25 orang, dari wajah sepertinya yang bukan orang Perancis ada 3: aku, 1 orang Aljazair dan 1 orang dari Gabon. Mungkin karena senasib sepenanggungan maka orang-orang asing menjadi sangat akrab dan mereka sangat baik ke aku, mengajari dan setiap kali latihan untuk presentasi tapi tetap aja setiap kali mendapat pertanyaan kebingungan karena banyak yang tidak mengerti maksudnya. Kuliahnya, meskipun aku rekam, hanya sedikit yang bisa aku mengerti karena mereka ngomong terlalu cepat dan kadang suara sengaunya sangat tajam. Ya udahlah…. Akhirnya aku mencoba mempelajari dari slidenya.  Dulu belum ada  presentasi dengan powerpoint yang hanya tinggal diproyeksikan ke layar tapi masih dengan slide proyektor jadi harus rajin-rajin mencatat 😦 .

Saat aku mulai kuliah, musim dingin pelan-pelan sudah menunjukkan gigitannya, hari menjadi pendek, matahari terbit mulai pukul 7 dan tenggelam pukul 5 sore. Saat dingin seperti itu teman-temanku biasanya kalau istirahat membuat lingkaran,  tangan kiri segelas kopi dari mesin otomatis yang ada di setiap sudut kampus dan sebelah kanan rokok….. uh sepertinya nikmat sekali. Dan aku yang tidak merokok dan tidak suka kopi saat itu, cuma duduk-duduk dan sekali-sekali ke perpustakaan. Dan ternyata setiap awal musim dingin jamnya dimundurkan 1 jam, dan aku nggak tahu tentang hal itu, akibatnya aku kecepatan datang waktu ke gereja, gerejanya masih sepi belum ada yang datang. Aku kira aku telat, aku lihat jamku, jammnya udah sesuai dengan jam kebaktian kenapa tidak ada orang ?  Waaa jam ku bermasalah itu yang aku pikir saat itu. Baru kemudian aku tahu dari temanku kalau setiap memasuki musim dingin jam harus diundurkan… Cuma bisa garuk-garuk kepala.

Selain temanku yang etrangere (2)  aku punya teman Perancis, orangnya kecil, lebih kecil dari aku, matanya biru dan rambutnya hitam tidak seperti kebanyakan orang Perancis lainnya yang berambut pirang  namanya Sandra. Tu viens de quelle pays ? (3) Itulah pertanyaan pertama saat ketemu denganku. Ooooo C’est un pays magnifique ” (4) katanya 🙂 . Sandra sangat baik dan selalu membimbingku dengan sabar. Dia sangat menyukai Immunology yang ruwet itu, dengan sabar dia menerangkan tentang CMH (Complexe majeur Histocompatibilite) atau Major Histocombatibility Complex. Dialah yang mengajari aku banyak tentang Immunology dan sepertinya immunology adalah pelajaran favorite sampai semua harus bersaing keras untuk masuk lab Immunology. Sandra seorang perokok berat, kebanyakan wanita Perancis merokok dengan bermacam-macam level : D . Sepertinya orang perancis mempunyai gambaran wanita yang merokok itu seksi. Aku pikir, apa sich nikmatnya he..he..he..

Aku juga sangat terpesona dengan cara teman-temanku berpakain musim dingin biasanya dalamnya kaos tipis kemudian sweater dengan syal, stocking panjang dengan rok atau celana panjang dan overcoat lengkap dengan sepatu boot yang tinggi uhhhh sexy sekali :).  Jaket-jaketku yang aku bawa dari Indonesia tidak sanggup menahan udara dingin, tapi untuk membeli segala perlengkapan itu tidak sanggup apalagi yang bagus-bagus akhirnya aku beli sedikit-sedikit , yang penting overcoat, sepatu yang rapat dan stocking untuk didobel dengan celana panajang. Musim dingin di Marseille tidak ada salju karena Marseille dekat laut Mediterania yang membawa angin panas dari selatan (Afrika). Cuma anginnya yang disebut angin Mistral sangat kencang. Disarankan kalau jalan-jalan dan pas musim angin mistral lebih baik bawa tas ransel yang berat supaya kita nggak kabur… waktu dibilang begitu aku ketawa tetapi setelah mengalami sendiri hampir jatuh karena kena angin mistral jadinya kemana-mana bawa tas ransel  😀

1 Maladies transmissibles et pathologies tropicales  : penyakit menular dan pathologi tropik

2 Etrangere : orang asing

3 Tu viens de quelle pays ? : Kamu berasal dari negara mana ?

4 Ooooo C’est un pays magnifique ” : oooo negara yang sangat indah

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Le depart ..... keberangkatan. Bookmark the permalink.

4 Responses to Le Depart part 9 : Musim Dingin Pertamaku

  1. Ery Wijaya says:

    Terbayangkan saya betapa beratnya belajar di non-english speaking country ya 🙂 problem yg terjadi tidak cuman soal pelajaran, tapi juga bahasa 🙂

  2. erywijaya says:

    Keep blogging ya Mbak, pasti ceritanya semakin menarik neh hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s