My green campus…


Setiap aku ada tugas di kampus kedua di Depok…meskipun kelihatannya jauh tapi aku selalu menikmatinya. Saat-saat itu adalah kesempatan untuk menarik nafas.. menghirup udara segar diantara pepohonan rindang. Saat ini kampus UI Depok kelihatan “perfect “dari lingkungan luarnya. Terus terang di dalam bangunan fasilitas-fasilitasnya belum semua bagus. Tetapi lingkungan luarnya dengan adanya hutan dan danau buatan cukup membuat banyak stock oksigen. Lingkungan kampus sangat berbeda dengan lingkungan sekitarnya yang sudah mulai padat dan berdesakan. Di dalam lingkungan kampus, ada bis-bis warna kuning dengan bahan bakar natural gas. Selain itu juga ada point-point tempat sepeda kuning disediakan secara gratis di dekat halte bis dan stasiun kereta. Di kampus ada dua stasiun kereta api untuk yang tempat tinggalnya jauh dari depok selain halte bis yang juga menghubungkan segala penjuru Jakarta. Aku kira pengaturannya sudah cukup ideal. Memang untuk bekerja sampai malam suasananya tidak terlalu mendukung seperti di Salemba. Kalau di Salemba semakin malam semakin rame dengan mahasiswa yang kuliah malam sampai jam 10 malam, kalau di Depok mbayanginnya ngeri ya malam-malam sepi di tengah hutan. Beberapa tindakan kriminal pernah terjadi disini dari yang kecil sampai yang besar. Memang beda rasanya waktu dulu di Perancis, sore-sorepun berani jogging sendirian di tengah hutan yang sepi tanpa rasa was-was dan kuatir. Meskipun begitu aku tetap aku tetap menyukainya apalagi kalau pas datangnya pagi-pagi…. Berkesempatan jalan kaki… menghirup udara dalam-dalam…seandainya setiap pagi bisa seperti ini…..

Perpustakaan besar sedang dibangun menghadap ke danau UI…. Mbayangin ruangan yang penuh buku dari sastra sampai science menghadap ke ruangan dengan kaca besar dengan pemandangan danau dan hutan…. Sepertinya bakalan betah sekali disitu , semoga mahasiswa-mahasiswa semakin terpacu semangatnya untuk belajar. Aku rindu perpustakaan kota Montpellier yang besar yang menghadap ke jalan tramway dan pasar tradisional di sebuah bulevar. Di perpustakaan itu tersedia semua buku-buku untuk anak-anak dan dewasa , lab bahasa, majalah dan Koran-koran nasional dan regional. Pemerintah kota Perancis memang selalu mengalokasikan dana yang besar untuk perpustakaan, teater dan kegiatan budaya lainnya. Ironis kalau mendengar Pemda DKI teledor dalam mengalokasikan dana untuk perpustakaan HB Jassin sehingga hampir ditutup … Cuma bisa mengelus dada… rupanya hal seperti ini sudah dilupakan di negeri ini

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s