Le Depart part 7 : L’amour d’été…. Summer love


Toulouse, Agustus 1997.

Di sela-sela kursus bahasa Perancis, di hari minggu saya mencoba mencari gereja untuk beribadah. Mayoritas orang Perancis adalah katolik  jadi gerejanya kebanyakan gereja katolik. Ada gereja di sebelah cite U Paul Sabatier… Tempatnya tersembunyi diantara pohon-pohon.. sepi dan buesaar.. jadi ingat film-film kuno yang pernah saya lihat…bangunan-bangunannya mirip seperti itu. Ternyata kalau hari minggu tempat itu jadi rame sekali.. mobil berderet-deret dan orang-orang dengan baju bagus-bagus musim panas : rok, sepatu high heel dan topi lebar berwarna-warni dikenakan para wanita sedangkan para pria mengenakan celana panjang dan jas atau kaos berkerah diatasnya. Karena bingung mengikuti ibadah katolik karena saya Kristen protestan akhirnya saya cari gereja Kristen protestan… tempatnya agak jauh harus jalan kaki dulu ke jalan besar lalu naik bis.

Akhirnya sampailah saya  di gereja mungil itu.. tempatnya rindang.. seperti kebanyakan gereja di Perancis.. entah pada abad keberapa dibangunnya gereja ini. Masih agak susah juga mengikuti ibadah dalam bahasa Perancis yang kebanyakan memakai kosa kata yang rumit entah berapa persen yang masuk tapi tahulah apa maksudnya karena tata cara ibadah gereja di dunia rata-rata sama. Setelah kebaktian itu aku menunggu di halte, tiba-tiba ada mobil berhenti dan seorang pria tinggi atletis menghampiri saya. “Excuse moi… je peux vous amener si vous voulez, je vous voyais chaque dimanche ici et apparement nous sommes dans le meme chemin, vous habitez a cite Paul Sabatier, n’est c’est pas ? 1 Aku terperangah dan cepat-cepat menjawab “ohhh oui c’est vrai… je vous remercie beaucoup”2. Itulah awal perkenalanku dengan Jean Pascal Tori. Dia adalah orang Perancis tapi ibunya orang Perancis dari Tahiti, daerah France Polynesie suatu daerah atau department d’Outre mer” nya Perancis yang terletak di samudera Pasifik dekat Australia. Memang daerah Perancis ada yang di Samudera Hindia , Samudera Atlantik, Benua Amerika (Guyane) selain daerah utama di daerah Hexagone Eropa. Dia mengira saya orang Tahiti juga 🙂  ternyata bukan. Dia bilang orang Tahiti terkenal dengan kecantikannya … banyak miss France yang berasal dari Tahiti dan banyak orang Tahiti yang jadi model di Perancis (hmmm jadi geer nich.. ) .

Hari-hari setelah itu kami sering habiskan waktu berdua.. nonton film..yang saya sebagian besar dialognya ngga ngerti :), Semua film di Perancis berbahasa Perancis bahkan film hollywood disinipun didubbing baik di bioskop atau di televisi atau kadang-kadang kami jalan-jalan ke taman …piknik menikmati musim panas di rerumputan atau mengunjungi tempat-tempat lain di Toulouse. Jean termasuk pria yang tampan, tinggi dan atletis karena dia juga guru Taekwondo … sungguh membuat jantung berdebar dari pertama kali ketemu sampai saat ini. Apalagi dia selalu mengenakan kacamata hitam…bahkan di dalam gereja.. dan itu sesuatu yang nggak wajar 🙂 Ternyata aku baru tahu kemudian kalau dia habis operasi mata disini. Dia bela-belain dari Tahiti kesini untuk operasi mata. Ibunya tinggal di Toulouse dengan ayah tirinya.. itu adalah suami keempat.. dan dia mempunyai  3 orang saudara dari ayah yang berbeda ck..ck..ck..ck…..

Teman-temanku bilang “ Aroem, c’est seulement l’amour d’ete..3 Mereka berpendapat cinta di musim panas hanya untuk selama musim panas. Ohh … aku berharap itu tidak benar.. Setiap kali dia bilang “Aroem je t’aime”…4 aku berusaha meyakinkan diriku kalau ini akan terus berlanjut dan berharap dia akan membicarakan hubungan kami selanjutnya setelah musim panas ini. Tapi akhirnya aku harus menerima kenyataan bahwa dia harus kembali ke Tahiti dan meneruskan cita-cita untuk membuka daerah wisata di Ile de Paques atau Easter Island suatu pulau kecil di daerah samudara Pasifik yang indah dan penuh peninggalan bersejarah. Setiap kali dia bercerita tentang pulau itu dengan semangat menggebu-gebu dia menunjukkan foto-fotonya dan proyek-proyek yang direncanakannya. Sedangkan aku … aku harus meneruskan sekolahku dan memulai perjuangan baru. Setiap kali aku ingin menjaga hubungan jarak jauh dia selalu bilang “terlalu sulit… bayangkan betapa jauhnya jarak kita nanti… dan pasti wanita cantik sepertimu akan cepat menemukan orang lain disini”. Saya merasa seperti kehilangan tempat saya selama ini merasa nyaman di negeri asing ini… kembali semua hampa..dengan masalah-masalah mengurus sekolah membuat perasaanku semakin terpuruk… Yeah it’s just a summer love”. “Pas plus que ca!”5 😦 .

1. Excuse moi… je peux vous amener si vous voulez, je vous voyais chaque dimanche ici et apparement nous sommes dans le meme chemin, vous habitez a cite Paul Sabatier, n’est c’est pas ?  : Maafkan saya.. saya dapat mengantarkan anda jika boleh, saya melihat anda setiap hari minggu dan kelihatannya kita satu jalan.. anda tinggal di cite Paul Sabatier bukan?

2. “ohhh oui c’est vrai… je vous remercie beaucoup”. : oh ya…benar …terima kasih banyak

3. c’est seulement l’amour d’ete : Ini hanya cinta musim panas

4. Je t’aime : aku cinta padamu

5. Pas plus que ca : tidak lebih dari itu

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Le depart ..... keberangkatan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Le Depart part 7 : L’amour d’été…. Summer love

  1. BunDit says:

    Hmm…kisah romantis di kota romantis. Btw,pasang dong foto si org Tahiti itu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s