Memori Pertama


Memori pertama yang aku ingat dalam hidupku adalah saat aku menangis diajak pulang dari rumah bersalin saat kelahiran adikku yang itu berarti  tahun 1975, berarti saat itu  aku berumur 3 tahun. Aku merengek-rengek minta tinggal di rumah sakit bersalin dan nggak mau pulang. Lalu yang kuingat adalah di boncengan sepeda depan bapak melewati jalan gelap dan ada tumpukan sampah… ya dari kota Klaten ke tempat tinggalku harus melewati tempat penimbunan sampah yang dekat kuburan dan tempat pejagalan hewan. Saat ini, tempat itu sudah tidak ada. Waktu dulu aku masih kecil, aku merasakan tempat itu bagai gunung sampah, bau dan gelap, tempat yang menakutkan bagi anak kecil.  Sebelum dan tepat sesudah kejadian itu aku tidak ingat. Yang aku ingat beberapa tahun setelah itu adikku sudah 3 tahun, kami tinggal di pinggiran kota Klaten, ada kios-kios yang dibuat di pinggir jalan Yogya-Solo. Didepan kami ada tanah seluas lapangan yang masih kosong yang hanya ditumbuhi oleh semak belukar dan terdapat batu-batuan di sana-sini.  Disitulah aku  belajar sepeda pertama kalinya. Masih ingat sepeda pertamaku warna merah dengan dua roda kecil di roda belakang sementara adikku dengan sepeda roda tiganya. Aku masih ingat waktu jatuh dan mengenai batu runcing yang membuat dahiku berdarah dan tentu saja aku menangis keras-keras 🙂 . Tempat bermainku yang lain adalah  di belakang rumah. Di belakang rumah terdapat sawah yang sangat luas dan di batas horizon ada pegunungan selatan. Di sebelah kiri terdapat desa yang memanjang yang dipisahkan oleh sungai dari deretan kios tempat kami tinggal. Disitulah tempat area bermain kami mencari buah ceplukan, ikut-ikutan memanen padi sisa-sisa orang panen lalu hasilnya kami kumpulkan, ditumbuk untuk menghilangkan kulitnya lalu setelah jadi beras, dengan bangga kami menunjukkannya kepada ibu :). Masih banyak permainan lagi, seperti mencari laba-laba, mencari genjer dengan menelusuri pematang sawah yang sangat luas, main-main di sungai atau menyeberang ke desa sebelah . Kami berlari-lari kencang saat bertemu ular. Masih banyak ular saat itu, di sawah, di sungai bahkan kadang ada yang masuk ke dalam rumah. Diantara sawah-sawah itu ada tempat kecil untuk kuburan yang katanya angker dan katanya kalau makan buah dari pohon yang tumbuh disitu bisa mati… dan semua tidak ada yang berani mengambil buah apapun dari tempat itu :D.  Masa kecil yang indah.

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Mon enfance.... masa kecil. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s