Cirebon yang penuh warna…


Kesan pertama kalau kita mendengar tentang kota Cirebon adalah panas !!…memang kota Cirebon adalah kota pantai. Sebelumnya saya tidak pernah mengunjungi kota ini walaupun sudah berpuluh-puluh kali naik kereta api dan mampir di stasiun Cirebon tapi belum pernah sekalipun menginjakkan kaki disini. Cirebon adalah kota lama, dapat dilihat dari bangunan-bangunannya yang masih terlihat beberapa rumah kuno disana-sini walaupun bangunan-bangunan dengan arsitektur modern mulai muncul. Pusat kota ada di Grage. Yang saya suka adalah banyak beraneka ragam makanan yang belum pernah saya kenal sebelumnya ada nasi jamblang yang warungnya selalu ada dimana-mana…ya seperti nasi gudeg Yogya yang selalu ada di pinggir jalan, di kampung ..pokoknya selalu ada di setiap kita melangkahkan kaki di kota ini 🙂 . Nasi Jamblang dibungkus seperti nasi kucing di Yogya, tapi bedanya dibungkus dengan daun jati..ukurannya kecil jadi makan satu bungkus nggak nendang kalii ya terutama buat cowok dan saya juga 🙂 .  Tapi saya makan 1 bungkus saja lho 😀 …soalnya ingin mencicipi lauk yang bermacam-macam itu. Sebenarnya hanya nasinya aja yang dibungkus daun jati, lauknya ambil sendiri-sendiri … wuih sampai bingung karena banyaknya pilihan :D… ada cumi dengan kuah tinta, macam-macam sayur, telor yang dimasak bermacam-macam cara, ayam, daging, tahu, tempe ,bermacam-macam sambal…. Selain nasi jamblang juga ada nasi lengko: nasi dengan kecap, tempe,sayuran, ada mie koclok: mie kuah tapi kuahnya kental banget warnanya putih, dan yang terkenal tentu saja  Empal gentong. Empal gentong yang disini jauuuuh lebih enak dari yang dijual di Jakarta tentu saja 🙂

Konon kota Cirebon dulunya adalah kesultanan Cirebon dan bangunannya masih ada. Selain kuliner yang menarik disana ada suatu kampung atau desa yang hampir semua mempunyai usaha rumah tangga batik yaitu Trusmi. Batik disini agak berbeda , menurut pengamatan saya sebagai amatir 🙂 , lebih berwarna-warni dibanding batik Solo dan Yogya yang didominasi warna coklat , disini ada warna  ungu, hijau merah, biru, orange, pink pokoknya ruamee dech dan katanya selain katun juga ada dari berbagai macam serat alami. Motif yang khas dari dearah ini adalah motif megamendung tentu saja dengan beraneka macam pilihan warna.  Yang menarik, sepanjang jalan menuju Trusmi di kanan kiri jalan banyak dijual berbagai macam jajanan cocok buat oleh-oleh cuma susah bawanya kalii ya karena beresiko remuk… ada krupuk yang kalau di Jakarta disebut krupuk melarat karena digoreng dengan pasir bukan minyak tapi malah sehat khan ?. Krupuk yang disini beraneka warna tidak hanya merah dan putih seperti di Jakarta dan rasanya lebih berbumbu. Ada krupuk kulit, kue gapit itu kayak opak tapi ada beraneka rasa o..ya.. terus ada beraneka macam manisan buah dan ada juga teh yang sepertinya cuma beredar di Cirebon namanya teh Upet rasanya uenakkk dan hummm.. baunya wangi sekali.  Pokoknya selalu ingin ke Cirebon dech menikmati semua itu. Belum lagi kalau lagi musim mangga gedong gincu :).

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Jurnal, Perjalanan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Cirebon yang penuh warna…

  1. Linda says:

    mana foto2 yang di pelabuhannya nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s