Susahnya bang Foke mengatur busway di Jakarte…




Sistem transportasi baru yang diterapkan di Jakarta ini awalnya membawa sejuta mimpi. Jenis Mass Rapid Transportation ini dibayangkan akan secanggih MRT di Singapore atau tempat studi bandingnya di Bogota,Colombia. Bus transjakarta pada kenyataanya jauh dari nyaman. Jalur yang masih diserobot kendaraan pribadi dan kendaraan umum lain membuat TransJakarta tidak bebas dari kemacetan dan masih harus berjibaku dengan kendaraan lain di jalan. Alhasil penumpang yang berjubel didalamnya kadang tak tahan, belum lagi sudah antri di haltenya luamaaaaaaaa dan kadang kalau udara panas banyak yang pingsan. Berjubelnya penumpang di halte transjakarta juga membuat penumpang menjadi liar….berebutan untuk masuk.. berdesak-desakan.. nah dalam hal ini hukum rimba berlaku .. siapa kuat dia yang menang… untuk badan saya cukup besar kadang kalau orang mau masuk sebelum penumpang keluar sengaja dech saya tabrak… rasanya ingin teriak seperti satgas-satgas itu “dahulukan yang keluar dulu !!”. Emang dech susah ngatur orang-orang Jakarte ini  egois, mau menangnya sendiri dan ngeyel kalau dibilangi satgas.. “Udah penuh !!’ tetep aja ngeyel mendorong masuk… Saya pikir para satgas Transjakarta ini mempunyai tugas yang lebih  yaitu : mendidik mentalitas orang Jakarta ! Mendidik biar mereka bisa antri dengan tertib, mendidik supaya patuh mendahulukan penumpang yang turun dulu baru masuk, mendidik merelakan kursi bagi orang tua, wanita hamil dan orang yang mempunyai kekurangan… Tugas mereka sungguh berat kadang dimaki-maki penumpang.. diomeli ibi-ibu yang nggak sabara…oufss ! Masalahnya tingkah laku orang yang naik transjakarta perlahan-lahan dapat diubah tapi bagaimana dengan tingkah laku pengguna jalan lainnya ? Benar-benar kacau !! Motor yang nyelip-nyelip, naik trotoar, menutupi zebra cross kalau lampu lagi merah , sampai-sampai tidak ada tempat menyeberang. Belum lagi  angkot dan metromini yang berhenti dan ngetem sembarangan. Jangankan metromini dan angkot yang kalau dikategorikan sopirnya berpendidikan rendah, mobil-mobil pribadi aja yang mereknya keren-keren dan masih cling, tingkah lakunya juga nggak karuan: dari yang lompat di separator busway.. bahkan di depan mata satgas  Transjakarta yang memandang tak berdaya karena mereka nggak punya kuasa apa-apa.  Lain halnya kalau ada polisi pasti dech koridor langsung steril.. ril !! Kok mereka bisa tahu ya ? kata pak pengendali TransJakarta mereka dibisiki pak Ogah atau polisi cepekan.. itu..tu.. yang suka bantuin belok di U turn yang ramai. Namanya polisi cepekan tapi kalau kamu bayar cepek sekarang pasti dech langsung dimaki-maki :D.

Kalau udah chaotic begitu apalagi kalau hujan dan banjir… eh salah tergenang 🙂 pasti dech akhirnya yang disalahin bang Foke :D. Itu udah resikonye bang jadi gubernur DKI.

 

 

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s