Kita berawal dari satu sel


Kalau dipikir-pikir alangkah menakjubkan bahwa kita awalnya adalah satu sel yang berukuran 10 mikrometer. Yaaa…..betul  dari sel telur kemudian bergabung dengan sel sperma kemudian membelah berkali-kali. Semua teratur rapi… meskipun ada anomali kadang-kadang, tetapi itu sangat sedikit sekali. Sel-sel it uterus membelah kemudian berkelompok terdiferensiasi masing-masing dengan teratur… menjadi sel kulit, sel tulang, sel syaraf, sel darah dan lain-lain. Dari sel-sel yang terdiferensiasi itu kemudian berkembang menjadi jaringan dan organ, terhubung satu dengan yang lainnya sehingga membentuk satu individu… manusia.

Sel menurut Robert Hooke merupakan satu satuan paling kecil dari   makhluk hidup.   Dia sendiri dikategorikan sebagai benda hidup karena berbahan dasar karbon dan air dengan pengaturan kompleks dan informasi genetik yang dapat diwariskan,  melakukan metabolisme, mampu tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap rangsangan, berkembang biak, dan beradaptasi terhadap lingkungannya melalui seleksi alam. Oleh karena itu banyak eksperimen yang menggunakan sel untuk mempelajari segala sesuatu yang terjadi dalam tubuh manusia. Eksperimen ini yang disebut eksperimen secara in vitro, merupakan model mini dari tubuh manusia. Eksperimen ini sangat berguna untuk mempelajari bagaimana sistem dan mekanisme sel dalam tubuh, bagaimana sel berubah kalau ada kanker ,bagaimana kuman-kuman penyakit masuk dan merusak sistem tubuh dan lain-lain. Semua bisa dipelajari dengan lebih mendetail. Seperti misalnya sel yang membelah, apabila satu belahan dipisahkan ke tempat yang lain dengan media atau tempat tumbuh yang sama , kondisi yang sama dengan belahan lainnya maka hasilnya tidak selalu sama persis semua selalu ada variasi.

Sesungguhnya sistem sel yang menyusun tubuh sangat menakjubkan… sel-sel ini membelah tetapi dengan irama tertentu sehingga sistem tubuh berjalan secara selaras. Bayangkan kalau sel membelah secara tidak teratur jadinya seperti ada tumor atau kanker. Sel biasanya tidak abadi atau “senescence” apabila dia tidak menerima sinyal untuk hidup maka dia mempunyai sistem bunuh diri atau “programmed cell death” atau sering disebut apoptosis. Proses ini bersifat alami seperti kematian manusia yang alami. Karena faktor yang tidak diketahui sel-sel tidak bisa melakukan kematian alami ini sehingga sel bersifat immortal terus membelah secara arogan dan merusak sistem yang lainnya.. inilah yang disebut penyakit kanker.

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Non- Fiction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s