Le depart part 6 : Culture shock ?


Toulouse, Agustus 1997

Seperti biasa pagi ini aku naik bis ke tempat kursus. Pangkalan bis ada persis di depan Cite U bahkan bisa terlihat jelas dari jendela kamar. Bis-bis di Perancis mempunyai jadual waktu yang ketat di setiap halte. Seperti halte di depan cite ,bis pertama berangkat jam 06.08, kedua 06.17 ketiga 06.32 dst… Dan sang sopir patuh sekali pada setiap detik (jangan coba-coba bandingkan dengan bis di Indonesia ya…kereta aja masih kalah kaleee  😀 . Hari ini hari Jumat, agak nyantai karena hari ini jadual kursus adalah belajar memasak masakan Perancis!! ” Bonjour Monsieur ! Vous allez bien ? 1 Kata kami menyapa sopir bis…yaaa disini aturan kesopanan adalah menyapa sopir bis setiap kali naik dan bilang terima kasih setiap kali turun.  ” Bonjour, encore cour de francais hein? Tout vas bien?  “2 Tanyanya, dia sudah hafal dengan kami yang setiap hari hampir 2 bulan ini bolak-balik dari cite ke centre ville.” Ca va monsieur, ca avance ”  3 jawabku sambil duduk. Cite tempat aku tinggal adalah tempat terakhir dan awal dari trayek bus jadi aku selalu bisa memilih tempat duduk yang aku suka.
Hari ini aku menuju ke dapur tempat belajar memasak.Jadual hari ini kita belajar membuat pizza!!!. Tentu saja adonan pizza sudah ada yang membuatkan terus kita tinggal menyelesaikan adonan dengan menguletnya berkali-kali terus dibagi menjadi gumpalan-gumpalan kecil sebesar kepalan tangan. Gumpalan itu dipipihkan lalu diputar-putar dengan jari di udara….wuihhhh…ternyata susah juga. Kalau sudah terbentuk seperi dadaran telur tinggal menghiasi dengan saus tomat, jamur, bawang bombay, keju, bisa pilih pakai saussicons, ham, atau anchois (ikan-ikan kecil asin). Hmmmm…yummy!!! Masakan yang kedua adalah tart aux pommes… . Buah apel dikupas, dipotong tipis-tipis trus di susun diatas adonan yang mirip dadaran pizza tapi yang ini manis. Potongan itu disusun rapi melingkar diatas dadaran, diberi caramel, lebih baik yang ini beli jadi saja karena aku coba beberapa kali dengan gula pasir nggak pernah berhasil  :).  Lalu pinggiran dadaran diberi olesan kuning telur lalu… Voila !!! Jadilah tarte aux pommes yang lezat  🙂
Selain menikmati kursus bahasa Perancis, aku juga menikmati kehidupanku di cite. Cite tempat aku tinggal terletak di Universitas Toulouse III Paul Sabatier dimana terdapat fakultas matematika, fisika dan kedokteran selain itu di dekatnya terdapat terdapat INSA (Institute National de Science Applique) tempat semua mahasiswa teknik. Semula aku tidak menyadari…. setelah beberapa saat ada seorang teman dari Libanon bercerita kalau disini mahasiswi sangat langka sehingga seorang mahasiswi bisa jadi rebutan banyak cowok dan dianggap wajar berganti-ganti  teman ngedate… OMG !! Itulah kenapa sering kalau aku jalan ada yang menegur, menawari naik mobil atau tetangga sebelah yang mengetuk pintu cuma untuk member beberapa buah apel…. Baru kali ini punya fans sebanyak itu  🙂 .   Ada lagi yang membuat aku shock , sebelumnya aku sudah pernah mendengar memang kalau di negara barat menjalankan free sex before marriage tapi aku tidak tahu kalau seliar ini. Mereka sering mengadakan pesta.. minum sampai mabuk.. berhubungan sex..nggak tahu dengan siapa karena nggak sadar… Keesokan paginya kita sering melihat bekas-bekasnya di lapangan rumput atau di dekat gedung ….bekas-bekas kondom..pakaian dalam  yang masih berceceran dimana-mana belum dibersihkan seluruhnya. Aku masih mempunyai teman-teman yang normal  aja kalau buat pesta  belum seliar mereka, cuma teman-temanku Perancis yang cerita tapi aku nggak berani menerima ajakan mereka mengikuti pesta sejenis ini.  Tapi teman-temanku cerita nggak usah takut semua dilakukan suka sama suka kalau kamu nggak mau tidak akan diperkosa !!. Wuuihhhh… serrem juga tapi….

Selain kumpul bersama teman-teman dan belajar.. kalau bosan aku sering jalan-jalan di lapangan rumput luas di sekitar cite, belajar di bawah pohon sambil tiduran di rerumputan seperti dilakukan banyak mahasiswa tapi tujuan mereka adalah berjemur kalau aku lebih suka membaca di bawah pohon rindang dan teduh 🙂 . Kadang-kadang aku nonton TV di ruang bawah  bersama-sama dengan yang lain seperti hari minggu itu. Aku nonton TV banyak orang menonton… karena aku belum mengerti sepenuhnya bahasa Perancis aku bingung memahaminya mengapa program acara seharian itu tentang Lady Diana…semua ceritanya dari masa kecil..pernikahannya..kegiatannya… Masih dengan bingung-bingung dan bosan karena acara TV cuma itu-itu aja aku lalu kembali ke kamar. Baru keesokan  harinya di koran aku bisa lebih mengerti.. Lady Diana meninggal karena kecelakaan mobil di Paris…. O…begitu tho!!!  Jadi kemarin seharian di TV acaranya Breaking News tentang kejadian itu…pantesan. Aku tersenyum geli..berita sebesar itu baru aku mengerti 24 jam kemudian…  🙂
1 Bonjour Monsieur ! Vous allez bien ? :   Selamat pagi pak, kabar anda baik?

2 ” Bonjour, encore cour de francais hein? Tout vas bien?  ” : Selamat pagi.. masih kursus bahasa Perancis ? semua baik-baik saja ?

3  Ca va monsieur, ca avance :  Baik pak…ada kemajuan

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Le depart ..... keberangkatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s