Le Depart part 3 : Toulouse… la ville en rose…Toulouse …kota merah jambu..


Toulouse, Juli 1997

Waaah… Aku benar-benar panik.. Bagaimana kalau semua barangku hilang…aku nggak punya apa-apa sama sekali.. Setelah itu aku menyesali diri kenapa nggak bawa tas kecil atau koper kecil di kabin setidaknya perlengkapan untuk bertahan selama beberapa hari. Ahhhh….aku benar-bodoh… Sekarang apa yang harus aku lakukan cuma punya baju yang melekat di badan… Ohhhh Tuhan ! Pihak maskapai penerbangan bilang.. Koperku salah masuk pesawat ketika pindah pesawat di Singapura… Kemungkinan koperku salah masuk ke penerbangan yang menuju Tokyo !!! Koperku ada di Tokyo gimana niii… Maskapai penerbangan akan mengirimkan ke rumah kalau koperku sudah sampai di Paris. Tapi aku khan nggak punya rumah ?!! “Alamatkan ke CROUS Toulouse aja kata temanku !” Memang tujuanku adalah Toulouse, mau daftar sekolah di  Ecole Agricole de Toulouse.
Setelah selesai, kami menuju ke kantor CNOUS di Paris, CNOUS adalah organisasi yang mengurusi mahasiswa asing yang mendapat beasiswa dari pemerintah Perancis.  Kami mendapatkan uang 100 francs untuk makan siang dan tiket keesokan paginya untuk Toulouse..cuma itu ! Beasiswa kami baru akan diterima di Toulouse. Ohhh !! Kami menginap di wisma CNOUS di Paris, tempatnya cukup bagus..  Makan siang diajak teman kami ke restaurant Arab yang jualan kebab …biar nggak shock dulu makanannya..karena yang ini lebih cocok di lidah kami… Ukuran kebab sangat besar bentuknya seperti pastel raksasa yang menutupi satu piring besar, pastel besar itu dibelah dan didalamnya ada potongan-potongan daging kambing, bawang bombay yang sudah ditumis, daun selada, tomat dan saus yang berwarna putih. Oleh karena kami sudah kelaparan, makanan sebesar itupun habissss tandas tidak bersisa sedikitpun :). Aku berpisah dengan teman-temanku karena tujuan masing-masing berbeda-beda. Ada yang ke Marseille, Toulouse, Grenoble dan Paris sendiri. Untungnya ada 1 teman yang menuju ke Toulouse, jadinya aku tidak sendirian. Menjelang sore kami masih punya waktu sedikit, waktu itu kita manfaatkan untuk melapor ke Kedutaan Indonesia di Perancis di rue Cortambert, Paris. Pegawai Kedutaan memberi informasi toko-toko baju yang menjual barang dengan harga murah setelah aku bilang koperku hilang. Belanja di toko itu aku terkaget-kaget, baju yang dijual adalah baju musim panas.. Semua serba tipis, transparant dan mini-mini… Ya ampun !! Akhirnya aku beli beberapa kaos dan pakaian dalam,  memang harganya tidak terlalu mahal dibanding toko yang lain tapi kalau dibanding dengan harga yang di Indonesia…wahhhhh membuat aku terus menyesali kenapa tidak bawa koper kecil untuk dibawa di kabin… Nasi sudah menjadi bubur..:(.  Keesokan paginya kami berangkat ke Toulouse dengan menggunakan kereta cepat Perancis TGV (Train Grand Vittesse). Orang Perancis sangat bangga karena teknologi ini berkembang cepat dan merupakan hasil teknologi orang Perancis. Jalur-jalur ke ibukota negara Eropa banyak menggunakan kereta jenis ini. Kami menuju ke Gare Montparnasse kereta api yang ke barat dan barat daya Perancis berangkat dari stasiun ini sedangkan yang ke timur dan tenggara berangkat dari Gare de lyon dan yang ke utara berangkat dari Gare du Nord. Semuanya tersambung dengan metro atau subwaynya Paris. Kali ini kami tidak naik metro karena diantarkan orang dari CNOUS dengan mobil. Sayangnya dia terlambat menjemput sehingga kami harus lari-lari mencari kereta kami. Untunglah temanku tak lupa kasih tahu kalau tiket kami harus divalidasi di mesin supaya berlaku. Mesin itu berwarna orange terletak di sudut-sudut stasiun. Kalau dimasukkan ke mesin itu tiket kami akan terlubangi dan tercetak tanggal kami memasukkannya ke mesin yang berarti kami sudah berangkat.  Ya… tidak ada orang yang mengecek tiket waktu masuk ke stasiun, tenaga kerja disini sangat mahal jadi semua serba mesin. Kalau belum divalidasi tiket itu masih berlaku untuk beberapa bulan. Semua tiket dilengkapi dengan pita magnetic dan berlaku online di semua stasiun…. Ck..ck..ck..ck… Aku terkagum-kagum melihat semua itu. Belum selesai aku dengan itu, lebih terkagum-kagum lagi setelah naik ke dalam kereta. Kereta ini konon bisa mencapai kecepatan 300 km/jam tetapi di dalam benar2 mulus tidak merasakan goncangan sedikitpun.

Sampai di Toulouse sudah menjelang sore, kami langsung menuju ke kantor CNOUS. Kota Toulouse didominasi oleh bangunan dari batu-bata merah. Toko-toko menggunakan bangunan kuno, aku dengar bangunan-bangunan seperti ini harus dipertahankan. Bagian interior dan kaca-kaca etalase saja yang kelihatan modern. Bis kota berwarna putih bergaris merah menggunakan listrik. Ohhh …kota yang menyenangkan. Kota ini dilewati sungai besar La Garonne.. Dipinggir-pinggir sungai terdapat taman-taman rumput disertai kursi taman, banyak orang-orang duduk-duduk disitu. Aaahhhhh rasanya tidak sabar untuk turun dan duduk-duduk disitu. Madame di CROUS Toulouse kelihatan sangat baik sekali.. Dia sengaja menunggu kami meskipun jam kantor sudah hampir selesai. Kami diberi beasiswa kami untuk sebulan, nanti kalau sudah masuk kuliah beasiswa akan naik dan juga ada uang untuk beli text book dan komputer, uang pendaftaran akan ditanggung sepenuhnya selain itu ada juga uang perjalanan dan penginapan kalau selama studi memerlukannya . Wahhhh aku langsung lega kekuatiranku selama ini hilang… Dan aku bersyukur padaNya yang telah begitu besar memberi anugerah. Selain itu, kami juga mendapat asuransi kesehatan yang dapat mengcover 70% keperluan kami untuk kesehatan maupun obat-obatan yang kami beli di apotek, sisanya kalau mau bisa mendaftar sendiri ke beberapa asuransi untuk mahasiswa dan dia kasih alamatnya. Kami juga mendapat prioritas untuk tinggal di cite universitaire, semacam asrama mahasiswa dan appartemen  milik CROUS. Kami sudah dipesankan kamar di cite universitaire, kalau nanti mau pindah ke appartemen harus daftar dulu. Aku mengagumi kerja dari CROUS yang begitu rapi mungkin sistem yang sudah establish membuat mereka mudah-mudah saja mengatur semua itu. Madame itu juga yang akan menguruskan Carte de sejour atau ID card Perancis dan juga pendaftaranku ke kursus bahasa Perancis sampai nanti masuk ke Universitas. Aku dengar ID card adalah sesuatu yang sangat berharga karena sering ada razia untuk menjaring pendatang-pendatang dan pekerja-pekerja gelap. Tapi masih ada 1 kekuatiranku … Barang-barangku yang hilang 😦 Aku ceritakan ke madame itu masalah itu dia merasa ikut prihatin dan berjanji akan mengabari kalau koperku sudah datang. Kami naik taksi menuju cite universitaire tempat tinggal kami selama mengikuti kursus Bahasa Perancis sambil mengurus pendaftaran kami ke universitas.

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Le depart ..... keberangkatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s