Cintaku quo vadis (2)


Ujian semester berhasil aku lalui, nilai yang aku dapat tidak bagus-bagus amat tapi cukuplah untuk meluluskan aku. Setelah merayakan kebebasanku dari tugas tugas kuliah, aku pergi ke ruang komputer mau mengecek email-email yang masuk setelah sekian lama nggak sempat mengecek email dan ……. tiba-tiba jantungku berdebar kencang….srrrrhhhh… Ada beberapa email dari Khaled. Satu…dua…tiga… empat…lima… Dia mengabarkan satu bulan ini dia sudah pindah ke Marseille, kota di sebelah selatan Perancis. Emailnya selalu diakhiri… dengan kalimat ” Tu me manque toujour !..Je t’aime toujours… Mon amour… J’ai vraiement  envie de te rencontrer… Khaled 1
Oooohhhhh…. Aku harus bagaimana ? Aku masih mencintainya !… Akhirnya aku balas emailnya” sebaiknya kita tidak usah bertemu saja. Lupakan saja aku”. … Kupandang lagi layar komputer… Hatiku ragu… Cinta itu masih ada…membara!!….. Pelan-pelan kugerakkan tanganku lalu aku klik… Send !!. Lalu hatiku perih…sangat !! Menghunjam… dan air mataku mengalir…tanpa terasa. Beberapa menit kemudian aku tersadar. Cepat-cepat kuhapus airmataku. Aku matikan komputer,kukenakan mantel dan syalku kemudian keluar. Udara di luar sangat dingin karena kami sudah mulai memasuki musim dingin…menusuk.. meskipun aku sudah memakai baju berlapis-lapis. Halaman kampus penuh dengan salju putih!! Pohon-pohon, gedung-gedung.. Aku berjalan cepat-cepat menuju cite universitaire.. Di jalan aku ketemu teman-temanku Frederic, Ludovic, Severine dan Naima. ” Hai Sushmita, kamu jadi ikut kami main ski liburan musim dingin ini khan ? Ayolah dicoba !! ” Mereka memang selalu mengajak aku main ski beberapa hari ini tapi aku masih mempertimbangkannya karena aku memang tidak pernah main ski… ” Okelah aku akan ikut dengan kalian tapi jangan ditinggal-tinggal ya….” ” C’est super !! On part dans 3 jours ! Prepare toi bien ! “2

Akhirnya aku siapkan semuanya untuk liburan musim dingin ini, stocking, celana dan baju ski yang tahan air, penutup kepala dan muka, sarung tangan, sweater …wah banyak juga. Sebagian baju-baju ski dipinjami temanku , kata mereka sepatu dan peralatan ski nanti bisa sewa disana karena kalau beli harganya sangat mahal sekali. Kami berangkat bertujuh dengan 2 mobil : Ludovic, Frederic, Severine , Naima, Laurent ,Chen dan aku.. Sepanjang jalan kami bergurau, kadang menyanyi yang tidak jelas. Severine dan Naima suka sekali menyanyikan lagu sound tracknya Friend lengkap dengan tariannya, kebetulan mereka satu mobil dengan aku. Sepanjang jalan kita tergelak-gelak nggak jelas… Tapi yang penting happy… Sejenak aku lupa akan email ku akan keperihan hatiku.
Sampai di penginapan, kita cepat-cepat bongkar muatan. ” Wah tempatnya menyenangkan ” kataku. Penginapan kami berupa rumah kayu dengan 2 kamar dilengkapi dengan dapur kecil dan kamar mandi. Frederic suka memasak, dia bahkan sering jadi juru masak di sebuah restorant kalau musim panas. Dia adalah mahasiswa filsafat..perpaduan yang aneh tapi mungkin ada hubungannya karena kalau dilihat sajian makanan dan cara memasak orang Perancis selalu penuh filsafat :). ” Ok kita bisa makan bebek bumbu orange,kentang goreng, asparagus sebagai makanan utama. Pembukanya boleh pilih pain avec oignon ou saussicons… Makanan penutup sudah ada kue apel…. “Hmmmmm…aku langsung lapar mendengar penjelasannya. Koki kami langsung sibuk di dapur. Makan malam kami sungguh menyenangkan… Kunikmati canda tawa mereka tapi kadang-kadang kurasakan keperihan hatiku. Apakah keputusanku salah ? Apakah aku harus berjuang demi cintaku? Atau memang aku sudah mengambil keputusan yang benar? Tampaknya temanku memperhatikan tingkah lakuku. ” Hai Sushmita kenapa kamu melamun saja ?” “A quoi tu pense ?”3 . Aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku “rien”4 . ” Ayo makan dong! Kamu suka masakanku ya ? Lebih suka masakan Asia ? “Ne t’inquiete pas “5. Besok aku masak poulet au curry” kata Frederic. ” Tidak usah nanti kalian tidak bisa makan” Bisa !!! Kata yang lain serempak..memang temanku baik-baik semua , aku harus bersyukur dan menikmatinya !.
Pagi-pagi kami bangun berebutan cuci muka… Kebanyakan dari mereka memang nggak mandi kalau pagi. Jadi cuma aku, Chen dan Severine yang mandi, meskipun mandi dengan air panas, udara yang begitu dingin membuat kami tidak tahan mandi lama-lama. Makan pagi kami sangat nikmat…kopi, the panas, croissant, french bread dengan selai, mentega , omelette.. Sosis hhmmmmm … Yummmy.. Udara yang dingin membuat perut kami jadi luapaaaarrrrrr sekali ! Kini tiba waktunya untuk memulai adventure kami. Kami mulai dengan jalan-jalan menggunakan “raquette” atau raket memang dulu bentuknya mirip raket untuk bulutangkis dipasang di sepatu untuk memudahkan jalan-jalan di atas lapisan salju…wowww susah juga jalan pakai beginian… Teman-teman ku santai-santai saja pakai beginian… “Ayo Sushmita… Semangat !! Courage…courage…!7 Matiii dech aku udah ketinggalan jauh… “Lihat sini…sini… ! Wowwww pemandangan yang tidak pernah aku lihat… Semuanya putih… Pegunungan Alpen…pohon-pohon pinus… Tertutup semua putihhhh..sampai ke cabang-cabangnya.. Bersih …hamparan kadang berkilauan ditimpa matahari…..Kami menikmati pemandangan menakjubkan itu sambil makan sandwich makan siang kami.
Sampai di penginapan badan remuk ….

Kami makan poulet au curry seperi yang dijanjikan Frederic. French bread a la campagne dan red wine local membuat badan kami hangat… Dan tentu saja kemudian disusul oleh rasa kantuk kami. Hari itu aku tidak punya kesempatan untuk merasakan perihnya hatiku dan aku bersyukur.
Keesokan paginya, “Allez depechez-vous !! ” 8 Teriak Laurent, …kami cepat-cepat mengambil peralatan ski kami. Latihan skiku dimulai dari la piste..tempat datar dengan salju yang mengeras licin… Ternyata belajar ski tidak mudah. Melihat teman-temanku meluncur kencang-kencang di atas piste aku sangat takjub!!  Sedangkan aku jatuh bangun..jatuh bangun..lalu jatuh lagi..bangun lagi…Aku rasa badanku udah memar-memar tak jelas… Courage sushmita…courage !!! . Hari berikutnya aku memilih jalan-jalan di desa daripada mengikuti teman-temanku yang menjelajah pegunungan Alpen karena memang tidak mungkin aku mengikuti mereka. Untungnya ada Chen yang juga seperti aku.. Jadi kami jalan-jalan ke toko-toko kecil disekitar situ. Banyak yang menjual barang-barang kerajinan dan souvenir-souvenir. Daerah ini memang banyak dikunjungi orang pada liburan musim dingin. Aku menikmati hari itu setelah kemarin susah payah menggunakan peralatan ski :). Makan siang di restaurant kecil makan sandwich au poulet dan the au peche.  Aku dan Chen beli souvenir-souvenir kecil dan makanan kaleng khas daerah itu. Setelah itu kami duduk-duduk di cafe menikmati capuccino sambil melihat orang-orang. Ada yang datang sekeluarga ibu bapak anak , ada gerombolan cowok-cowok tinggi besar sepertinya udah pro .  Dari mobil dan bahasanya ada yang datang dari Jerman, Belanda, Belgia, Swiss, Inggris selain orang Perancis sendiri. Malam terakhir kami di liburan ini sangat meriah… Frederic memasak kelinci ! Huuuummmm enak juga… Dengan sayur-sayuran wortel, petit poir, bunga kubis, jamur .. dimasak dengan minyak olive, bawang bombay, merica dan garam rasanya cukup enak ditaburi herba-herba, Frederic banyak cerita tentang berbagai macam herba dari daerah selatan tapi aku lupa apa saja yang dia sebutkan, tergantung makanan apa yang dimasak dan cocok dengan menggunakan herba apa… Herba itu ada yang sengaja ditanam dikebun tapi kadang kita bisa memungutinya di jalan… Di semak-semak liar. Selama makan malam aku dan Chen mendengarkan cerita-cerita mereka selama menyusuri pegunungan Alpen. Lalu kami tidur untuk siap-siap pulang ke Grenoble keesokan paginya.

1.Tu me manque toujour !..Je t’aime toujours… Mon amour… J’ai vraiement  envie de te rencontrer… Khaled. = Aku merindukanmu selalu…. Aku mencintaimu selalu… cintaku… Aku benar-benar ingine bertemu denganmu…. Khaled

2″ C’est super !! On part dans 3 jours ! Prepare toi bien ! = bagus… kita akan pergi 3 hari lagi… bersiap-siaplah

3″A quoi tu pense ?” = apa yang kamu pikirkan

4″rien”= ngga ada

5″Ne t’inquiete pas ” = jangan kuatir

6 poulet au curry = kari ayam

7  courage = semangat

8. Allez depechez-vous = bergegaslah

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Fiction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s