La rentre Part II : Selamat datang kembali ke Indonesia…selamat datang realita !!


Klaten, Oktober 2002

Akhirnya aku sampai di bandara Soekarno Hatta. Menginjakkan kaki di tanah air sendiri setelah 4 tahun membuat aku merasa asing di negeri sendiri. Biasanya melihat orang-orang bule yang lalu lalang, sekarang melihat orang-orang Indonesia, kenapa aku melihat tingkah laku orang-orang kelihatan arogan ya……. Dari calo-calo, porter-porter yang berebutan penumpang semua itu tidak pernah kulihat di Eropa dan untuk beberapa saat membuat aku shock. Kemudian aku mencari tiket jurusan Yogya. Agak lama juga karena aku belum booking terlebih dulu. Terpaksa ndaftarin sebagai waiting list dan untunglah akhirnya dapat juga. Penerbangan pendek ini serasa sangat cepat setelah mengalami penerbangan selama lebih dari 16 jam.
Sampai di bandara Adisucipto aku disambut bapak, ibu dan omku kemudian menuju ke rumah yang sudah 4 tahun aku tinggalkan. Aku tidak melihat adikku dan orangtuaku juga tidak cerita apa-apa. Aku tidak berani bertanya. Beberapa jam aku ngomong kesana kemari sambil bongkar-bongkar tas kemudian makan malam. Malam hari tanteku datang sambil memijit-mijit tanganku dia bercerita kalau adikku sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Bapak dan ibuku tidak sanggup mengatakannya jadi minta tolong ke tanteku untuk bercerita. Aku cuma terdiam tak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya sudah lama aku merasakan sesuatu sejak adikku tidak pernah menelepon lagi. Memang sejak dari pembicaraan terakhir lewat telepon aku bertengkar sehingga malas bicara. Beberapa kali orangtuaku cerita selalu tertahan….. katanya adikku sedang PTT di luar daerah setelah wisuda kedokteran gigi. Aku tidak pernah bertanya lebih lanjut karena aku takut..takut menghadapi kenyataan yang buruk. Masih teringat terakhir kali waktu dia mengalami krisis asma. Krisis itu sudah dia alami berpuluh-puluh kali dan seringkali anjing kami si flash yang menemukannya terjatuh di kamar mandi. Setelah itu biasanya dia dirawat di UGD trus beberapa hari di rumah sakit. Krisis yang terakhir cukup parah seingatku itu beberapa hari setelah aku menyelesaikan tugas akhir. Rumah sakit di kota kami sudah tidak sanggup menanganinya akhirnya dia dibawa ke RS Sarjito di Yogya. Mendengar hal itu aku langsung ke UGD rumah sakit. Saat tiba disana aku lihat bapakku duduk di depan kelihatan lunglai. “Adikmu menolak untuk diobati.. Dokter-dokter kewalahan “. Aku cepat-cepat masuk kedalam.. Aku dekap adikku yang sedang bernafas tersengal-sengal dan memberontak diberi oksigen. Aku dekap erat , aku bisikkan ” kamu harus terus berusaha… Tidak boleh menyerah.. Sampai kapanpun juga..” Sambil aku pasangkan masker oksigen ke wajahnya kupandangi matanya ” Kamu harus sanggup hidup dan terus berjuang untuk hidup….. demi bapak-ibu yang selalu tidak kenal lelah berjuang untukkmu”. Matanya mulai kelihatan meredup tidak memberontak lagi… Nafasnya mulai kelihatan lebih tenang , perawat mengikat tangannya di tempat tidur supaya dia tidak melepas masker oksigennya. Sebenarnya aku ingin protes tapi akhirnya aku biarkan saja karena adikku kelihatan pasrah saja. Setelah itu aku keluar menemani bapakku, kulihat wajahnya seperti biasa, aku tidak bisa menduga apa yang dirasakannya, setelah berpuluh-puluh krisis, kadang siang, kadang pagi, kadang tengah malam. Setiap kali sport jantung melihat anaknya yang diambang ajal. Sungguh aku tidak tahu lagi apa yang dirasakannya. Karena aku kos di Yogya aku jarang sekali melihat adikku mengalami krisis.
Empat  tahun sejak krisis itu atau 2 tahun setelah terakhir aku melihatnya tahun 1999, dia meninggal dunia, karena pada saat krisis dia terlambat dibawa ke rumah sakit. ” Aku ingin melihat kuburannya ” kataku.” Besok pagi saja, hari sudah malam” kata tanteku berusaha menenangkan aku.
Adikku dimakamkan di samping kakekku yang seharusnya buat nenekku, dia merelakannya untuk cucu kesayangannya. Adikku waktu kecil memang dirawat nenekku ketika ibu masih tugas di luar kota. 21 September 1975 – April 2001 , saat dia baru saja menyelesaikan sarjana kedokteran gigi, yang kuasa mengambilnya………..

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in La rentree. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s