Le Depart Part I : Surprise….surprise


Yogyakarta mi April 1997

Akhirnya pesawatku mendarat di Charles de Gaulle. Seperti bermimpi rasanya. Masih ingat saat aku menerima kabar itu. Suatu pagi di kampus aku baru saja turun dari bus kota. Sekelompok temanku bilang “ Ibu dekan cari kamu tuch katanya kamu diterima sekolah di Perancis.”. Aku tidak tahu harus bilang apa. Aku benar-benar terkejut dan merasa kalau usahaku kemarin mengejar batas akhir pendaftaran S2 di UGM sia-sia. Aku baru saja ingin beristirahat dan mau santai-santai sebentar dengan teman-teman  di  kampus malahan aku dikejutkan dengan berita hari ini yang benar-benar mengejutkan. Saat itu juga kepala menjadi ruwet . Aku membayangkan kalau urusanku kali ini akan lebih pelik dan ruwet daripada yang kemarin.  Aku segera ke kantor dekan . Kantor ini sudah sangat familiar buatku karena ibu dekan  adalah dosen pembimbingku dan kemarin aku baru saja minta rekomendasi untuk mendaftarkan diri di S2 UGM. Ibu dekan tampak sudah menungguku. “ Aku mencari-cari kamu kemana-mana , dimana kamu sejak kemarin ?”.  “ Aku terima telepon dari Jakarta katanya kamu disuruh menghubungi secepatnya dan menyediakan beberapa persyaratan yang diperlukan”. “ Kamu diterima untuk melanjutkan sekolah di Perancis “. “Ini nomor telephone yang harus kamu hubungi”. Kata beliau sambil memberikan secarik kertas padaku.

Aku cepat-cepat pulang dan cari wartel buat telpon … maklum dulu belum banyak  HP   seperti sekarang.  Aku menelpon ke nomer telepon yang diberikan ibu Dekan dan mencari informasi mengenai beasiswa itu. Dia tampaknya bukan orang yang ramah karena dia terus memarahi aku karena sulit dihubungi. Kata dia aku harus ke Jakarta secepat mungkin karena aku sudah terlambat.  Teman-temanku yang sama-sama mendapatkan beasiswa direncanakan akan bertemu dengan atase Pendidikan dan Kebudayaan Perancis  besok pagi.  Jadi tidak mungkin bagiku sampai Jakarta besok pagi. Dia bilang aku bertemu  sendirian dengan beliau keesokan harinya saja . Aku benar-benar kacau. Kemarin aku membayangkan hari ini adalah hari dimana akau bisa bersantai-santai tetapi ternyata jauh dari yang aku bayangkan kemarin. Bukan saja hari ini sibuk tetapi juga penuh dengan stress. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke kota tempat bapak ibuku tinggal karena di Yogya aku cuma kost. Aku menceritakan kabar ini ke orang tuaku. Orang tuaku sangat senang  mendengar kabar ini tetapi tidak henti-hentinya aku menanyakan pada diriku sendiri  apakah aku mampu dan berani  mengambil kesempatan ini ? Aku bertanya  ke ibuku. Apa ibu pikir aku ini cukup mampu untuk meneruskan studi di perancis.  Aku tahu ini pertanyaan konyol. Pertanyaan ini muncul karena rasa takutku menghadapi semua ini. Aku benar-benar tidak siap untuk untuk pergi ke Perancis.  Kesempatan ini begitu datang tiba-tiba. Memang aku pernah berkhayal untuk bisa meneruskan sekolah di luar negeri. Dosen-dosen aku terutama yang muda-muda selalu memotivasi aku untuk mencari beasiswa keluar negeri mungkin itu juga menjadi doa buatku. Saat aku  melihat pengumuman tentang beasiswa Perancis  ini aku berkhayal mendapatkan gelar DEA di belakang namaku :).  Tetapi memang aku seorang yang suka berkhayal jadi selalu menuruti alamku itu kemana saja. Aku sama sekali tidak siap kalau khayalanku itu sekarang sangat dekat dengan realita. Bagaimana mungkin aku diterima dengan cepat tanpa melalui tes untuk bisa keluar negeri ?. Sore itu aku cepat-cepat menelpon omku yang di Jakarta untuk mengabarkan kedatanganku kesana selanjutnya mencari tiket ……. ke stasiun.

Aku sampai Jakarta sore hari . Om dan tanteku sangat senang mendengar kabar itu. Keesokan paginya aku diantar ke kantor CEDUST, bagian dari kedutaan Perancis yang mengurusi beasiswa itu. Aku menemui penanggung jawab yang disana. Sempat beberapa kali gugup karena salah-salah mengisi form dengan bahasa Inggris bukan Perancis.  Tanpa diduga dia langsung menghubungi sekretaris atase pendidikan dan kebudayaan untuk membuat janjian akan bertemu. Aku sama sekali tidak siap memasuki gedung kedutaan yang dijaga ketat….. ndeso tenan emang… :P. Aku beranikan diri bilang ke penjaga kalau aku sudah ada janji dengan sekretaris atase pendidikan dan kebudayaan. Aku disuruh langsung naik keatas . Disana aku bertemu dengan sekretarisnya yang sangat baik yang mempertemukanku dengan Monsieur L’Attache de Science et de la culture. Berdua berusaha berkomunikasi dengan bahasa Inggris tapi hasilnya nihil… mungkin aku terlalu gugup haaahhh. Untunglah ibu sekretaris yang baik itu membantu menjelaskan. Aku menerangkan kalau kau bisa kursus bahasa Perancis di Jakarta tetapi aku harus kembali ke Yogya sebentar untuk wisuda. Selanjutnya aku ditelpokan ke CCF Jakarta Salemba…dan nggak maen-maen bertemu langsung dengan direkturnya langsung.  Direkturnya sangat ramah dan bercerita dalam bahasa Inggris………… huh untunglah berbekal 1 bulan kursus bahasa Perancis di Yogya tidak membantu banyak untuk berkomunikasi dengan orang Perancis asli.  Beliau bilang aku akan punya satu teman untuk kursus ini yang sama-sama akan berangkat ke Perancis. Aku langsung ke ruang kelas untuk dikenalkan dengan guru dan calon temanku itu.  Pertama ketemu temanku itu,aku merasa lega dan bersyukur  karena dia bukan tipe cewek Jakarta yang aku bayangkan angkuh, sombong dan glamour tetapi temanku ini ramah sederhana dan tidak menunjukkan keglamouran. Entah darimana aku mendapatkan stereotype gadis Jakarta seperti itu……  maaf….ya….

Keesokan harinya aku  mulai kursus dengan perlengkapan yang seadanya yang sempat aku bawa dari Yogya. Sebelum ini aku pernah kursus bahasa Prancis di Lembaga Indonesia Perancis di Jogjakarta. Meskipun begitu, ini tidak membantu  banyak karena yang  aku dapatkan di Yogya memang sangat sedikit. Guruku di Jakarta mencoba melihat seberapa  yang aku tahu melalui konjugasi kata kerja Perancis yang aku tahu. Bagian ini memang paling  menjengkelkan karena bunyi tidak selalu sesuai dengan tulisan. Aku masih ingat guru bahasa Perancisku di LIP yang selalu marah-marah karena kami tidak bisa ngomong Perancis padahal saat itu adalah akhir dari kursus kami. Aku selalu menuliskan dengan pensil dibukuku bagaimana cara membaca  setiap kata yang kadang-kadang sangat berbeda sekali. Aku bisa lulus dalam kursus bahasa Perancis itu dengan predikat  “bien” *. Di akhir kursus guruku bertanya mengapa aku tertarik belajar bahasa Perancis. Akut tidak tahu harus menjawab apa.  Bagaimana aku bisa menjelaskan kalau aku bermimpi ingin mendapatkan gelar DEA setelah melihat pengumuman beasiswa di kampus. Akhirnya aku jawab kalau aku tertarik dengan bahasa Perancis.

Akhir pekan aku pulang ke Yogya untuk menyiapkan buku-buku yang akan diperlukan untuk kursus bahasa Perancis di Jakarta.  Selain itu masih banyak yang harus aku urus: persiapan wisuda aku titipan ke teman-temanku, karena hanya ke meraka aku bisa minta tolong untukmenguruskan semua hal di kampus. Selain itu aku juga harus mempersiapkan untuk syukuran dan perpisahan dengan teman-teman di Samirono. Aku beri tahukan juga kepergianku ke teman-temanku di Samirono. Untunglah aku ketemu salah satu temanku di jalan jadi bisa minta tolong menyebarkan berita ini , temanku inilah juga yang membantu mencari informasi untuk sekolah di Perancis. Dari dialah aku bisa mendapatkan informasi  lewat internet  tentang  belajar di Perancis yang saat itu cuma keisenganku belaka atau bisa dibilang impianku belaka. Dia memberikan selamat kepadaku juga teman-teman yang lain yang saat itu mendengar.  Aku tidak punya waktu lagi aku harus cepat-cepat kembali ke Jakarta meneruskan kursus Perancisku.

* bien : baik

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in Le depart ..... keberangkatan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Le Depart Part I : Surprise….surprise

  1. adimust says:

    roem critamu itu dikasi tanggal dong biar runtut kapan kepergian dari jogja kapan kepulangan kembali dari prancis. kalau baca sekarang kan sepertinya gak jelas ini kejadiannya kapan to?

    • anaroeni says:

      iya ya Di… semua masih belum jelas karena belum ketemu satu sama lain.. suatu saat bakal tersambung antara Masa Kecil, Keberangkatan dan Kepulangan.. semoga sanggup meneruskannya sp akhir….Masih harus banyak belajar niii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s