Part I : bye..bye London


London, Oktober 2002

Aku kembali ke Indonesia, dengan berat hati, setelah gagal mendapatkan posisi post Doc di London. Perjuanganku sudah cukup berat dari kenekatanku pergi ke London sendirian, mencari alamat sendirian, naik pesawat dengan harga murah sp ke Heathrow, naik subway… sampai di pemberhentian subway malam-malam . Untunglah ada yang baek hati menunjukkan aku jalan ke wisma Indonesia. Awalnya serem lihat orangnya… orang-orang hitam guedhe guedhe :). Kayak di film-film …. mikirnya pasti ini daerah preman-preman drug user…. orang  mabuk-mabuk. Eh ternyata orangnya baek-baek dan ramah-ramah…. makanya  jangan suka berkhayal dulu. Wawancaraku dengan principal investigator gagal dengan sukses !!! meskipun beberapa orang Perancis yang disana sangat baek mungkin karena tahu aku dari Perancis kali yaa….. Ya sebenarnya aku ingin mencari pengalaman di negara Anglophone agar bilingualism ku  semakin bagus…. 🙂  yang bahasa Indonesia dan bahasi Jawa nggak aku hitung yaa…. Tapi mungkin aku harus pulang dulu setelah 4 tahun tidak melihat tanah air.

Aku kembali ke Perancis , mempersiapkan packing  kepindahanku pulang definitive. Perusahaan yang bisa mengangkut barang-barang dalam jumlah besar dan murah berhasil kutemukan. Meskipun ada orang yang mengambil barang-barang tersebut tapi aku harus mengisi formulir pengiriman dan melakukan pembayaran ke kantor tersebut.  Semula aku kira tempatnya dekat bandara Montpellier tetapi ternyata tempatnya sangatttttttttt jauh sekali dari bandara dan tidak ada kendaraan umum menuju kesitu. Terpaksa dech jalan kaki…rasanya kakiku mau putus mana jalannya sepi dan mirip jalan tol lagi…. Pulang dari tempat itu sampai bandara lagi ada aksi mogok awak bis bandara…. Tolooong dech…untungnya ada cowok cakep ngajak barengan naik taksi sampai Montpellier centre ville…. Est-ce que vous voulez partager un taxi avec moi..oui bien sure..ca tombe bien… …*

Tapi aku kecewa dia cuma menyebutkan namanya tanpa kasih nomer telepon…. 😦    he…he…he… ngareeeppppp. Aku berhasil menjual barang-barangku yang tidak terpakai.. TV diambil Sonja..oven.. rak…walkman..semua berhasil kusingkirkan.. piring dan gelas-gelas aku kasih ke Atinut…sebagian yang tertinggal aku buang ke tempat sampah tanpa pikir panjang !!..tetapi ternyata Monsieur le gardien*  berhasil  memungutinya.. syukurlah kalau memang masih bias dimanfaatkan. Serah terima appartemen tidak berlangsung mulus karena aku memang bukan orang yang suka bersih-bersih.. cipratan masakan yang kemana-mana sampai dinding2.. plaque a four* ku udah tak berbentuk ditutupi oleh kerak2 tumpahan masakan (xi..xi..xi…jorok buennerrr). Maklumlah diantara kelaparan karena kerja di lab dan suetresss karena bikin thesis… bersih-bersih appartemen adalah hal terakhir  yang aku pikirkan. Di kemudian hari aku tahu meskipun Monsieur le guardian marah marah  tapi uang depositku dikembalikan semua juga nggak dikenain charge : ) Merci beacoup Monsieur Le Gardien vous etes tres gentil..*

Setelah serah terima appartemen ,aku tidur di tempat atinut di Minerve residence… aku tinggalkan vert bois dengan berat hati.. tempat tinggalku selama 4 tahun… koper besarku aku tinggalkan ke tempat temanku  di lantai dasar jadi aku tidak perlu mengangkat-angkat koper besar ke atas.  Bangunan di Perancis kalau cuma sampai tingkat 3 biasanya tidak punya lift terpaksa angkat-angkat dech kalau punya kopor-kopor besar. Teringat percakapan terakhirku dengan atinut… ” beginilah takdir kita harus berpisah sangat jauh setelah sekian lama sangat dekat berbagi suka dan duka”

Subuh-subuh aku berangkat dengan taxi. Dari Bandara Montpellier ke Charles de Gaulle Paris dengan pesawat domestik. Di bandara, aku tukarkan sebanyak mungkin uang koin dengan uang kertas … karena koin tidak bisa  ditukarkan ke mata uang lain, untungnya orang di TABAC dengan senang hati menukarkannya ( lega dech).    Di bandara aku menyempatkan diri  menelpon EDF (Electricite de France ) untuk meminta mereka mengirimkan  tagihan terakhirnya ke Indonesia. Tanpa diduga petugasnya orang yang sudah pernah  ke Indonesia. Jadi nggak susah-susah kasih alamat… sayang aku udah mau plg kalau nggak  khan bisa difollow up 😛 sebagai teman maksudnyaaaaaaaa . Maskapai penerbangan yang akau pakai pulang kali ini aku belum pernah menaikinya  buat pulang ke Indonesia.  Jalur yang ditempuh agak berbeda dari biasanya… Dulu pp pakai  jalur Paris-S’pore-Jakarta skrng hrs lewat Paris-Hongkong-Jakarta… agak kaget juga  karena nggak banyak makanan he…he…he…. Hasilnya selama penerbangan kelaparan, disediakan sandwich dan instant noodle (alias indomie ) di tempat pramugari menyediakan makanan dan harus ambil sendiri. Untunglah orang di sebelahku, orang Malaysia baek hati selalu nawarin aku makanan setiap kali mau ngambil makanan. Tuch…. orang Malaysia ada yang baek juga khan :). Jadinya semua dia bawain mie instant, chicken sandwich, cake….. wah kenyanggg dech :D.

*Est-ce que vous voulez partager un taxi avec moi..oui bien sure..ca tombe bien… = apakah anda mau berbagi taxi dengan saya … tentu saja… kebetulan.

* Monsieur le gardien : penjaga gedung/sekuriti appartemen

* plaque a four : kompor listrik yang terbuat dari logam

* Merci beacoup Monsieur Le Gardien vous etes tres gentil..* = terima kasih banyak bapak penjaga… anda sangat baik hati.

Advertisements

About anaroeni

someone that has a lot of thing in her head and need to express her ideas to be shared with other people
This entry was posted in La rentree. Bookmark the permalink.

2 Responses to Part I : bye..bye London

  1. ayajuna says:

    aku isone eu de cologne sama eu de toillete je rum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s