Singapore, 3 Oktober 2011
Kalau orang Indonesia hidup di Eropa pasti keluhannya rata-rata sama : “semua orang disini serba individualis tidak seperti di Indonesia masih ada nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan satu dengan yang lain”.
Tapi alangkah kagetnya waktu ada orang Perancis bilang : “ Aku sempat shock waktu pertama-tama tinggal di Singapura, disini orang-orangnya individualis!”.
“Banyak contohnya: waktu di kolam renang, orang-orang diam saja waktu ada orang mau tenggelam, atau di bis orang-orang diam waktu ada tas ransel seseorang terbuka…. dan masih banyak sekali !!“
“Aku yang orang kulit putih ini yang harus menolong dan bilang ke orang itu !”.
“ Di Perancis kita selalu bilang Bonjour ke sopir bis.. disini aku bilang”good morning” dia diam saja!.
“Terus tetangga satu dengan yang lain ngga pernah menyapa selama di koridor atau di lift”.
” Waktu aku bilang Good morning mereka menatapku dengan keheranan”.
Hmmm memang sich kebanyakan orang Eropa atau bahkan Amerika kali ya.. kalau ketemu di lift pasti menyapa.
“Dan nggak mungkin sekali kita mengetuk appartemen tetangga untuk minta bawang bombay atau garam atau apa saja kalau kita sedang memasak dan kehabisan”.
Memang waktu aku di Perancis dulu hal-hal seperti itu bisa terjadi. Sepertinya teman aku ini lagi punya kesempatan untuk curhat habis-habisan dengan orang yang mengerti bahasanya
.
“Bahkan, pernah terjadi, waktu melihat air tampungan pot bunganya penuh dengan air bukannya menegur tetangganya eh malah melaporkan ke polisi kalau air itu bisa jadi sarang nyamuk”. “And the neighbour got fine”.
“Haaaahhhhhh??!!”
Aku jadi shock juga
. Di Singapura untuk mencegah demam berdarah semua tempat termasuk pot-pot bunga mendapat pengawasan ketat dan diancam kena denda yang cukup lumayan apabila ada tempat atau tanaman kita yang menjadi sarang nyamuk.
“Berbeda waktu aku di Indonesia atau Malaysia, seperti rasanya orang-orang yang kita temui dimana saja ingin menyapa kita dan kenalan sama kita”.
Hmmmm…. Dalam hati bilang syukurlah !
. Lalu dia bercerita tentang pengalamannya naik ojek keliling Jakarta. Benar-benar nekat nich bule… aku aja belum pernah!!
Kalau aku melihatnya, orang Singapura itu cenderung serius dan pekerja keras mungkin ngga ada waktu buat basa basi kali ya…..